Sabtu, 31 Desember 2016

Kenikmatan Sushi Mengguncang Lidah Orang Indonesia

Kenal sushi? Hmm, hampir semua orang menyukainya, apalagi untuk seorang pencinta sushi seperti saya. Sushi adalah makanan khas jepang yang memiliki sejarah panjang untuk akhirnya sampai bisa dinikmati oleh semua kalangan di Jepang. Eitss, bukan hanya itu saja. Sushi saat ini sudah bisa dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia dengan harga yang murah meriah.
Saya sangat menyukai sushi dan motivasi saya menulis ini satu-satunya adalah itu. Yap! Karena saya mencintai sushi! Dalam bahasa inggris, mencintai makanan itu tidak salah loh. Ingat? ada phraseI love food”dalam bahasa inggris.
Oke, kembali membahas tentang sushi. Sushi awalnya adalah makanan untuk kalangan kelas atas sampai pada abad ke-19. Perjalanan sushi sampai bisa menjadi makanan semua kalangan di Jepang dimulai dari rumah makan kaitenzushi yang dibuka masih pada abad ke-19 juga. Namun, perjalanan itu tidak berlangsung cepat untuk sampai kepada masa saat ini, dimana sushi bisa dinikmati dengan mudah. Sushi yang disuguhkan dalam acara keluarga baru benar-benar terjadi pada tahun 1980-an.
Kini sushi bukan lagi terbatas sebagai makanan mewah, namun sushi adalah makanan khas Negeri Sakura yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dewasa ini, Anda bisa melihat penjualan sushi bukan hanya di restoran mahal. Ada banyak pedagang kaki lima yang semakin lama semakin menjamur menyajikan sushi lezat dengan harga ekonomis di luar sana (di Jepang maupun Indonesia). 
Hal ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi para penggila makanan, tetapi belum pernah sekalipun mencoba sushi. Aneh rasanya, andai saja seorang pencinta makanan belum pernah mencoba makanan yang satu ini. Tetapi, sebelum lebih jauh dan panjang lebar tentang sushi, kita harus perlu tahu seluk beluk tentang sushi itu sendiri. Jadi, saya akan memulai bercerita tentang bahan-bahan sushi terlebih dahulu.
Sushi, notabene merupakan hasil dari budaya mengawetkan ikan pada zaman dulu. Budaya pengawetan ikan tersebut dilakukan dengan menggulung ikan bersama dengan nasi kemudian difermentasi. Akhirnya, fermentasi tersebut menghasilkan rasa masam dan inilah asal muasal munculnya akar kata sushi yang dalam bahasa kuno jepang, sushi berarti (berasa) masam. Namun, pada mulanya sushi berasal dari kata gyoso (salah satu jenis pengawetan ikan dalam bahasa jepang).
Sushi disajikan dengan berbagai neta. Bagi anda yang belum mengenal neta, neta adalah lauk sushi berupa makanan mentah ataupun makanan rebusan yang umumnya merupakan olahan laut, advokad, timun, dan banyak lagi.
Penyajian sushi sendiri bukan hanya terbatas seperti penyajian sushi yang kebanyakan dihidangkan sekarang dengan cara sushi yang berupa gulungan berbalut nori dan nasi. Melainkan, sushi memiliki beragam jenis sesuai cara menghidangkannya.
Tulisan ini akan lebih menjelaskan sushi yang populer di kalangan remaja maupun kalangan dewasa di Indonesia. Sushi menjadi salah satu pilihan makanan yang populer saat ini bukan sebagai alternatif atau pengganti. Terbukti dari semakin menjamurnya penjual-penjual sushi dari harga tertinggi hingga harga yang bisa dijangkau oleh anak muda yang notabene belum memiliki penghasilan sama sekali.
Pada kenyataannya, kepopuleran sushi memang bukan tanpa alasan. Sushi bisa menjadi pilihan di tengah-tengah sibuknya masyarakat perkotaan dengan pekerjaannya. Sushi yang saat ini bisa dipesan antar bahkan bisa dijadikan sebagai pilihan utama apalagi rasanya yang enak dan bagi sebagian orang sushi menjadi pemegang mahkota kuliner tersendiri bagi mereka.
Rasa sushi dengan netanya dipadupadankan dengan rasa manis, asam, asin dari kecap asin, wasabi, daun kering, nori, dan lain-lain bisa membuat lidah anda terguncang dari nikmatnya rasa umami sushi! Anda sudah kenal rasa umami? Umami adalah jenis rasa ke lima setelah manis, asin, asam, dan pahit. Rasa umami itu membawa anda ke perpaduan rasa manis, asin, asam, dan pahit. Terbayang kan lezatnya sushi!
Anda penasaran? Ingin mencoba sushi? Selain rasa, Anda akan menjadi lebih sehat juga lebih cerdas dengan makan sushi. Hal ini bukan tanpa alasan, loh. Sushi merupakan hasil fermentasi dari ikan mentah dan nasi. Sehingga, cuka sebagai hasil dari fermentasi nasi akan menguraikan asam amino dari daging ikan.
Tetapi, ada hal yang patut dipertimbangkan terlebih dahulu, karena sushi adalah makan fermentasi. Sushi cepat busuk, apalagi jika sushi berada di tempat-tempat tropis seperti Indonesia. Selain itu, sushi yang biasanya digulung tanpa menggunakan sarung tangan akan lebih mudah untuk terkena bakteri, meskipun sebernarnya saat ini restoran sushi maupun pedagang kaki lima sudah hampir semua pembuat sushi-nya menggunakan sarung tangan.
Sedikit mengulik tentang dunia, alasan saya memberikan kalimat seperti di atas adalah karena pada kenyataannya di Jepang, orang Jepang akan kehilangan selera apabila melihat pembuat sushi ternyata menggunakan sarung tangan dalam pembuatan sushi-nya. Kebalikan dari Amerika Serikat, yang mewajibkan semua pembuat sushi untuk memakai sarung tangan dalam membuat sushi.
Meskipun demikian, tetap saja di Jepang, kebanyakan swalayan yang menyediakan sushi untuk dibawa pulang, membuat sushi tersebut dengan menggunakan sarung tangan. Sushi yang siap makan dalam keadaan terbungkus plastic wrap tersebut pada umumnya dibuat oleh pembuat sushi yang mengenakan sarung tangan dalam proses pembuatan-nya. Pertimbangan ini bisa berasal dari perbedaan antara penyajian restoran yang bisa langsung dimakan pada saat dihidangkan, karena sushi yang merupakan hasil fermentasi memang cepat busuk apabila tidak segera dihabiskan.
Jika Anda ngiler karena membaca tulisan saya ini, tenang, karena Anda bisa mencoba sushi dengan berbagai varian rasa tapi tidak mau kantong jebol. Anda bisa mencoba pengalaman merasakan kenikmatan sushi dari restoran-restoran, bahkan dari abang pedagang sushi kaki lima yang tidak kalah enaknya di kota-kota Indonesia!
Saya akan memperkenalkan sushi di Indonesia berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman saya mengenai sushi. Sushi di Indonesia beragam harganya, salah satunya bisa didapatkan dengan harga Rp18.000 saja. Dengan harga Rp18.000 ini, di dalamnya Anda sudah bisa mencoba sushi dengan tiga bahkan empat neta sekaligus. Bukan hanya itu, sushi dalam rata-rata harga Rp13.000 sampai Rp25.000 bisa didapatkan dalam berbagai macam varian neta, sehingga setiap hari dengan kantong anda, Anda sudah bisa mencoba berbagai varian rasa sushi dan apabila diakumulasikan, jika dalam satu hari Anda mengkonsumsi satu varian sushi berarti Anda sudah memiliki pengalaman mencoba 30 rasa sushi berbagai varian hanya dalam waktu satu bulan saja!
Bagaimana? Anda tertarik dengan kenikmatan Jepang ini? Saya sudah lama tertarik dan masih tertarik sampai sekarang. Semoga cerita saya ini bisa menjadi bahan untuk Anda mencoba berbagai pengalaman rasa sushi!
Saya adalah seorang pencinta sushi dari Kota Makassar. Nama saya Thesy Bonita Sitorus dan Anda bisa menghubungi saya melalui nomor handphone di 081242181020 atau melalui email saya di tesybonita2@gmail.com. Saya akan sangat senang sekali jika Anda berniat menghubungi saya langsung, atau Anda juga bisa saling berbagi pengalaman dengan saya melalui akun twitter, instagram, atau via line yang saya miliki, yaitu @thesybonita. Semoga selanjutnya, saya dan Anda bisa saling berbagi cerita dan tidak hanya terbatas tentang sushi.

Description: Description: Description: Description: Description: C:\Users\User\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\sushi-selection-1500x1000.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar